Lewati ke konten
Resmi.ID Karir Lowongan kerja terverifikasi
Kembali ke Tips karier Keamanan

Melindungi data pribadi saat melamar kerja: apa yang dibagikan, kapan, dan ke siapa

Melamar kerja berarti menyerahkan banyak informasi tentang diri Anda kepada orang yang belum Anda kenal. Sebagian besar perekrut memakai data itu sebagaimana mestinya. Namun, berkas lamaran juga incaran penipu karena berisi nama, tanggal lahir, alamat, dan kadang foto KTP. Data seperti itu cukup untuk membuat akun pinjaman atas nama orang lain.

Tim Resmi.ID · 5 menit baca ·
Ilustrasi artikel: Melindungi data pribadi saat melamar kerja: apa yang dibagikan, kapan, dan ke siapa Foto: Kelly Sikkema / Unsplash

Kabar baiknya, Anda tidak perlu paranoid. Cukup bagikan data secara bertahap: sedikit di awal, lebih lengkap setelah ada kepastian, dan dokumen paling sensitif hanya kepada pemberi kerja yang sudah jelas identitasnya.

Data yang wajar dibagikan di tiap tahap

Gunakan pembagian tiga tahap berikut sebagai patokan. Bila ada yang meminta data dari tahap yang lebih jauh tanpa alasan, anggap itu tanda untuk bertanya dulu.

  1. 1Tahap melamarCV berisi nama, kota domisili, email, nomor ponsel, pendidikan, pengalaman, dan keahlian.
  2. 2Tahap seleksi dan wawancaraSalinan ijazah, transkrip, sertifikat, atau portofolio bila diminta untuk menilai kualifikasi.
  3. 3Setelah tawaran tertulisKTP, KK, NPWP, rekening gaji, dan data BPJS untuk keperluan administrasi kepegawaian.

CV tidak perlu memuat NIK, nomor KK, alamat lengkap sampai RT/RW, nama ibu kandung, status pernikahan, atau foto KTP. Cukup tulis kota, misalnya "Bekasi, Jawa Barat". Nama ibu kandung patut dijaga ekstra karena sering dipakai bank sebagai pertanyaan keamanan.

Dokumen seperti KTP dan rekening memang dibutuhkan, tetapi untuk proses penggajian, pendaftaran BPJS, dan pajak. Semua itu baru relevan setelah Anda menerima tawaran dari perusahaan yang identitasnya sudah Anda cek.

Beri tanda air pada salinan dokumen

Bila Anda harus mengirim foto atau pindaian KTP, tambahkan tulisan di atasnya, misalnya "Hanya untuk lamaran PT Maju Jaya, 1 November 2026". Letakkan tulisan melintang di atas foto dan sebagian angka, tetapi jangan sampai menutupi seluruh data hingga tidak terbaca.

Tanda air ini membuat salinan lebih sulit dipakai untuk keperluan lain, misalnya mendaftar pinjaman daring. Bila salinan itu kelak beredar, Anda juga tahu dari mana kebocoran berasal. Banyak aplikasi edit foto di ponsel bisa menambahkan teks seperti ini dalam satu menit.

Tidak ada perekrut sah yang perlu kode OTP, PIN, kata sandi, atau swafoto sambil memegang KTP Anda. Kode OTP adalah kunci akun Anda; siapa pun yang memintanya sedang mencoba masuk ke akun tersebut.

Modus yang perlu diwaspadai

  1. 1"Verifikasi data pelamar"Anda diminta mengisi formulir berisi NIK, nama ibu kandung, dan nomor rekening sebelum ada wawancara apa pun.
  2. 2Permintaan OTPPenipu mengaku dari HRD dan meminta Anda meneruskan kode yang baru masuk ke SMS atau WhatsApp, padahal kode itu untuk mengambil alih akun Anda.
  3. 3Swafoto dengan KTPDiminta "untuk verifikasi", padahal foto seperti ini sering dipakai mendaftar akun pinjaman daring atas nama Anda.
  4. 4Tautan atau berkas asingTautan ke situs mirip portal perusahaan, atau berkas aplikasi (misalnya .apk) yang dikirim lewat chat dengan alasan "undangan tes".
  5. 5Data rekening untuk "uang transport"Dipakai sebagai pintu masuk meminta transfer balik atau kode bank.

Mengirim dokumen dengan aman

Kirim dokumen hanya lewat kanal resmi: portal karier perusahaan, platform lowongan tepercaya, atau email dengan domain perusahaan. Hindari formulir dari tautan pendek yang dikirim orang tak dikenal, terutama yang meminta data sensitif sebelum ada wawancara.

  • Cek alamat situs dan email pengirim. Email rekrutmen dari layanan email gratis patut dikonfirmasi ulang.
  • Simpan dokumen dalam PDF dengan nama jelas, dan jangan unggah KTP ke folder berbagi yang bisa diakses siapa saja yang punya tautan.
  • Catat ke siapa dan kapan Anda mengirim tiap dokumen. Catatan sederhana ini sangat membantu bila kelak ada penyalahgunaan.
  • Bila ragu, tanyakan: "Untuk keperluan apa data ini dan bagaimana penyimpanannya?" Perekrut yang sah biasanya bisa menjawab.

Di Resmi.ID Karir, kontak Anda disembunyikan dari perusahaan sampai Anda lolos seleksi berkas, dan pelamar tidak pernah dipungut biaya. Bila ada lowongan yang meminta data atau uang secara janggal, gunakan tombol Laporkan lowongan agar tim kami bisa memeriksanya.

Hak Anda menurut UU Pelindungan Data Pribadi

UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) berlaku sejak 17 Oktober 2022, dengan masa penyesuaian dua tahun bagi pengendali data. Perusahaan yang mengumpulkan data pelamar termasuk pengendali data dan wajib menghormati hak Anda sebagai subjek data.

  • Mendapat informasi tentang identitas pihak yang meminta data, dasar hukum, dan tujuan penggunaannya.
  • Mengakses dan memperoleh salinan data Anda, serta memperbaiki data yang keliru.
  • Meminta pemrosesan dihentikan dan data dihapus, serta menarik kembali persetujuan yang pernah Anda berikan.
  • Menggugat dan menerima ganti rugi atas pelanggaran pemrosesan data pribadi.

Permohonan hak tersebut diajukan secara tertulis kepada pengendali data, baik secara elektronik maupun tidak. Misalnya, setelah proses rekrutmen selesai dan Anda tidak diterima, Anda boleh meminta perusahaan menghapus salinan KTP Anda. Beberapa ketentuan teknis diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah, jadi pantau perkembangannya di sumber resmi.

Bila data Anda telanjur disalahgunakan

  1. 1Amankan akunGanti kata sandi, aktifkan verifikasi dua langkah, dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal.
  2. 2Hubungi bank atau dompet digitalMinta pemblokiran bila ada transaksi yang tidak Anda lakukan.
  3. 3Laporkan ke IASC OJKIndonesia Anti-Scam Centre membantu penanganan dana korban penipuan transaksi keuangan.
  4. 4Buat laporan polisiIASC tidak menggantikan laporan polisi, yang tetap diperlukan untuk proses hukum.
  5. 5Kumpulkan buktiSimpan tangkapan layar chat, tautan, nomor pengirim, dan catatan pengiriman dokumen Anda.
Bila nama Anda dipakai untuk pinjaman daring yang tidak pernah Anda ajukan, segera hubungi penyedia pinjaman tersebut secara tertulis, sertakan bukti dan laporan polisi, lalu laporkan juga ke IASC.

Rujukan

Informasi ini bersifat umum. Untuk keputusan penting, periksa aturan terbaru di sumber resmi atau konsultasikan dengan pihak berwenang.

Siap melamar?Temukan lowongan dari perusahaan terverifikasi yang sesuai dengan keahlian Anda. Cari lowongan

Artikel lainnya