Lewati ke konten
KarirResmi bagian dari Resmi.ID
Kembali ke Tips karier Wawancara

Wawancara user, tes teknis, dan studi kasus: apa bedanya dan cara menghadapinya

Di banyak perusahaan di Indonesia, wawancara pertama biasanya dilakukan oleh tim HR atau rekrutmen. Tahap berikutnya sering disebut “interview user”, yaitu wawancara dengan calon atasan langsung atau kepala divisi. Pada tahap ini, atau sesudahnya, Anda bisa diminta mengerjakan tes teknis atau studi kasus.

Tim Resmi.ID · 4 menit baca ·
Ilustrasi artikel: Wawancara user, tes teknis, dan studi kasus: apa bedanya dan cara menghadapinya Foto: blue sky / Unsplash

Ketiga tahap ini menilai hal yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu Anda menyiapkan hal yang tepat, bukan sekadar mengulang jawaban dari wawancara HR.

Wawancara HR dan wawancara user

Wawancara HR umumnya melihat kecocokan dasar: motivasi, gambaran pengalaman, ekspektasi, dan kesesuaian dengan budaya perusahaan. Wawancara user lebih dalam soal pekerjaan sehari-hari. Calon atasan ingin tahu apakah Anda bisa langsung bekerja, bagaimana cara berpikir Anda, dan apakah ia nyaman bekerja dengan Anda.

  1. 1Pertanyaan user cenderung spesifik“Bagaimana Anda menyusun laporan rekonsiliasi bulanan?” atau “Alat apa yang Anda pakai untuk mengelola jadwal pengiriman?”
  2. 2User sering menggali detail cerita AndaAngka, alat, kendala, dan keputusan yang Anda ambil.
  3. 3User bisa memberikan skenario“Kalau minggu pertama Anda menemukan data stok tidak cocok, apa yang Anda lakukan?”

Cara bersiap untuk wawancara user

  1. 1Bedah iklan lowonganTandai setiap tugas dan keterampilan, lalu siapkan satu contoh nyata untuk masing-masing.
  2. 2Pelajari unit kerjanyaCari tahu produk, layanan, atau proses yang ditangani divisi itu dari situs resmi dan berita.
  3. 3Siapkan detail teknisIngat kembali alat, sistem, angka, dan prosedur yang pernah Anda pakai.
  4. 4Latih menjelaskan sederhanaUji apakah Anda bisa menerangkan pekerjaan teknis kepada orang awam.
  5. 5Siapkan pertanyaan kerjaTanyakan target tim, tantangan utama, dan cara kerja sehari-hari.

Jujurlah bila ada yang belum Anda kuasai. Jawaban seperti “Saya belum pernah memakai sistem itu, tetapi saya terbiasa dengan sistem serupa dan biasanya butuh sekitar dua minggu untuk lancar” jauh lebih baik daripada berpura-pura tahu.

Tes teknis: bentuknya bermacam-macam

Tes teknis menyesuaikan bidang pekerjaan. Contohnya tes Excel untuk admin dan keuangan, tes mengetik atau korespondensi untuk sekretaris, tes koding untuk programmer, tes desain untuk desainer, praktik langsung untuk teknisi, juru masak, atau operator alat, dan tes menulis untuk staf konten.

  • Tanyakan dengan sopan format tesnya bila belum jelas: durasi, alat yang dipakai, boleh membuka referensi atau tidak.
  • Latih keterampilan inti dengan waktu terbatas, misalnya rumus VLOOKUP, pivot table, atau soal koding dasar.
  • Saat mengerjakan, utamakan hasil yang benar dan rapi dulu, baru tambahan yang lebih rumit.
  • Bila diminta menjelaskan hasil, ceritakan alasan pilihan Anda, termasuk asumsi yang Anda buat.
Tugas rumah yang wajar biasanya singkat dan jelas cakupannya. Bila Anda diminta mengerjakan proyek besar yang tampak seperti pekerjaan sungguhan untuk dipakai perusahaan tanpa bayaran, tanyakan cakupannya dan pertimbangkan dengan matang.

Studi kasus: yang dinilai cara berpikir

Studi kasus sering dipakai untuk posisi analis, pemasaran, operasional, konsultan, dan management trainee. Anda diberi masalah bisnis, misalnya “Penjualan cabang Surabaya turun 20% dalam tiga bulan, apa yang akan Anda lakukan?”, lalu diminta menganalisis dan memberi rekomendasi, kadang dalam bentuk presentasi.

Pewawancara biasanya tidak mencari satu jawaban benar. Mereka menilai apakah Anda bisa menyusun masalah, bertanya dengan tepat, memakai data, dan sampai pada rekomendasi yang masuk akal.

  1. 1Ulangi masalahnyaPastikan Anda memahami tujuan dan batasan sebelum mulai menganalisis.
  2. 2Ajukan pertanyaan klarifikasiMisalnya apakah penurunan terjadi di semua produk atau hanya sebagian.
  3. 3Susun kerangkaPecah masalah menjadi bagian, misalnya harga, jumlah pelanggan, dan saluran penjualan.
  4. 4Gunakan data yang adaHitung dengan rapi dan sebutkan asumsi bila data kurang.
  5. 5Beri rekomendasi jelasPilih dua atau tiga langkah prioritas beserta alasannya.
  6. 6Sebutkan risikoTunjukkan bahwa Anda memikirkan dampak dan cara mengukur keberhasilan.

Contoh menjawab skenario dari user

Pertanyaan: “Kalau di minggu pertama Anda menemukan data stok di sistem tidak cocok dengan barang di rak, apa yang Anda lakukan?” Jawaban yang baik menunjukkan urutan berpikir: “Pertama, saya cek ulang secara fisik untuk memastikan bukan salah hitung. Lalu saya telusuri transaksi terakhir untuk barang itu, misalnya penerimaan atau retur yang belum diinput. Saya laporkan temuan ke atasan dengan data pendukung sebelum mengubah apa pun di sistem, karena saya belum tahu prosedur koreksi yang berlaku di sini.”

Jawaban seperti ini menunjukkan ketelitian, inisiatif, dan kesadaran akan batas wewenang sebagai karyawan baru, tiga hal yang biasanya dicari calon atasan.

Bila diminta presentasi

Buat struktur sederhana: masalah, temuan, rekomendasi, dan langkah berikutnya. Lima sampai tujuh slide biasanya cukup. Latih presentasi sesuai durasi yang diberikan dan sisakan waktu untuk tanya jawab. Pertanyaan dari panel adalah bagian dari penilaian, jadi jawab dengan tenang dan akui bila ada keterbatasan analisis Anda.

Setelah tahap ini

Wawancara user sering menjadi tahap penentu sebelum penawaran. Pantau status lamaran Anda lewat linimasa di KarirResmi, dan bila undangan tahap berikutnya datang, konfirmasi kehadiran atau minta jadwal lain melalui fitur yang tersedia agar perekrut tahu Anda tetap berminat.

Siap melamar?Temukan lowongan dari perusahaan terverifikasi yang sesuai dengan keahlian Anda. Cari lowongan

Artikel lainnya