Persiapan wawancara daring: kamera, jaringan, dan rencana cadangan
Wawancara lewat panggilan video kini menjadi tahap yang umum, terutama untuk seleksi awal. Formatnya praktis karena Anda tidak perlu menempuh perjalanan, tetapi masalah teknis kecil seperti suara putus-putus atau kamera gelap bisa mengganggu kesan pertama. Persiapan sederhana sehari sebelumnya membuat Anda bisa fokus pada isi jawaban.
Foto: Windows / Unsplash
Sehari sebelum wawancara
- 1Pastikan aplikasinyaCek platform yang dipakai (Google Meet, Zoom, Microsoft Teams, atau lainnya) dan pasang atau perbarui aplikasinya.
- 2Uji tautan rapatBuka tautan undangan untuk memastikan bisa diakses, dan catat ID serta kode sandi bila ada.
- 3Atur nama tampilanGunakan nama lengkap, bukan nama panggilan atau nama akun lama.
- 4Siapkan perangkatIsi daya laptop dan ponsel, siapkan pengisi daya, dan pastikan kuota internet cukup.
- 5Tentukan tempatPilih ruangan yang tenang, beri tahu orang rumah jadwal Anda agar tidak terganggu.
- 6Pelajari materiBaca ulang deskripsi lowongan, CV yang Anda kirim, dan informasi dasar tentang perusahaan.
Kamera, cahaya, dan suara
- Letakkan kamera sejajar mata; ganjal laptop dengan buku bila perlu.
- Duduk menghadap sumber cahaya seperti jendela, bukan membelakanginya.
- Pilih latar yang sederhana dan rapi; latar buram atau virtual boleh dipakai bila ruangan kurang ideal.
- Gunakan earphone atau headset bermikrofon agar suara lebih jernih dan tidak bergema.
- Matikan notifikasi di laptop dan ponsel, termasuk notifikasi grup WhatsApp.
Daftar periksa 15 menit sebelum mulai
- Uji kamera dan mikrofon lewat fitur pratinjau aplikasi.
- Tutup aplikasi dan tab lain yang tidak perlu agar koneksi dan perangkat tidak berat.
- Siapkan segelas air putih, CV, dan catatan singkat di samping layar.
- Simpan nomor perekrut di ponsel untuk berjaga bila koneksi terputus.
- Masuk ke ruang rapat 3–5 menit lebih awal, dengan mikrofon dimatikan sampai pewawancara hadir.
Bila hanya punya ponsel
Wawancara lewat ponsel tetap bisa berjalan baik. Sandarkan ponsel pada posisi mendatar (lanskap) di tumpukan buku atau penyangga agar gambar tidak goyang, aktifkan mode jangan ganggu supaya panggilan atau notifikasi lain tidak memotong video, dan pastikan baterai terisi penuh atau ponsel tersambung ke pengisi daya selama wawancara.
Bila koneksi terputus
Gangguan teknis bisa terjadi pada siapa saja, dan pewawancara umumnya maklum. Yang dinilai adalah cara Anda menanganinya. Coba masuk kembali secepatnya; bila gagal dalam satu sampai dua menit, kirim pesan singkat ke perekrut.
Contoh pesan: "Selamat siang Bu Rina, mohon maaf koneksi saya terputus saat wawancara pukul 10.00. Saya sedang mencoba masuk kembali. Bila lebih memudahkan, saya siap melanjutkan lewat panggilan telepon."
Bila suara terputus di tengah pertanyaan, jangan menebak. Katakan dengan sopan: "Maaf, suara Bapak sempat terputus. Boleh diulang pertanyaannya?"
Siapkan isi, bukan hanya perangkat
Persiapan teknis hanya separuh pekerjaan. Siapkan juga jawaban untuk pertanyaan yang hampir selalu muncul, seperti "Ceritakan tentang diri Anda", "Mengapa melamar di sini?", dan "Ceritakan satu masalah di pekerjaan yang berhasil Anda selesaikan". Tulis poin kuncinya di satu kertas kecil yang bisa Anda lirik tanpa menunduk terlalu lama.
Siapkan pula dua atau tiga pertanyaan untuk pewawancara, misalnya "Seperti apa target tiga bulan pertama untuk posisi ini?" atau "Bagaimana tahapan seleksi berikutnya?". Bila wawancara disertai tes daring atau berbagi layar, pastikan desktop Anda rapi dan tidak ada tab atau file pribadi yang terbuka.
Etika selama wawancara
- Berpakaian seperti wawancara tatap muka, termasuk bagian bawah; Anda mungkin perlu berdiri.
- Tatap kamera saat berbicara, bukan wajah sendiri di layar.
- Beri jeda sebentar sebelum menjawab karena ada sedikit tunda suara.
- Jangan membaca catatan terus-menerus; cukup lirik poin kunci.
- Jangan merekam wawancara tanpa izin pewawancara.
Setelah wawancara
Kirim ucapan terima kasih singkat di hari yang sama lewat email atau pesan, sebutkan satu hal yang Anda pelajari dari percakapan dan tegaskan minat Anda pada posisi itu. Catat juga pertanyaan yang sulit dijawab agar bisa disiapkan untuk tahap berikutnya.
Waspadai juga "wawancara" daring yang mencurigakan: perekrut yang menolak menyalakan kamera, meminta Anda memasang aplikasi dari tautan tak dikenal, atau meminta data rekening dan kode OTP. Perusahaan yang sah tidak pernah meminta kode OTP Anda.
Di KarirResmi, undangan wawancara bisa Anda konfirmasi langsung, atau Anda bisa meminta jadwal lain bila waktunya bentrok. Pantau perkembangan berikutnya di linimasa status lamaran Anda.