Resign dengan baik: surat pengunduran diri, pemberitahuan 30 hari, dan serah terima
Cara Anda pergi sering diingat lebih lama daripada cara Anda datang. Resign yang rapi menjaga nama baik, memudahkan Anda mendapat referensi, dan memastikan hak-hak Anda dibayar tanpa drama. Berikut langkah-langkahnya, dari memutuskan sampai hari terakhir kerja.
Foto: Amina Atar / Unsplash
Pastikan keputusan Anda sudah matang
Sebelum menulis surat, pastikan Anda sudah memegang tawaran kerja baru secara tertulis, bukan janji lisan. Bila belum ada pekerjaan pengganti, hitung tabungan untuk beberapa bulan ke depan. Cek juga kontrak Anda: apakah ada ikatan dinas, misalnya karena pernah dikirim pelatihan dengan biaya perusahaan, dan apakah ada ketentuan khusus soal masa pemberitahuan.
Aturan dasar resign di Indonesia
Menurut PP 35/2021 Pasal 36 huruf i, pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri harus memenuhi tiga syarat: mengajukan permohonan secara tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri, tidak terikat ikatan dinas, dan tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal tersebut.
Bila syarat itu terpenuhi, Pasal 50 menyebut Anda berhak atas uang penggantian hak dan uang pisah. Uang penggantian hak meliputi cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, ongkos pulang untuk Anda dan keluarga ke tempat Anda diterima bekerja, serta hal lain yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB. Besaran uang pisah ditentukan oleh dokumen-dokumen tersebut, jadi bacalah peraturan perusahaan Anda.
DPR telah mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan pada 6 Oktober 2026 dengan masa transisi satu tahun. Selama transisi, aturan di atas masih menjadi rujukan, tetapi pantau pengumuman resmi Kemnaker.
Bicara dengan atasan langsung lebih dulu
Jangan biarkan atasan mendengar kabar resign Anda dari rekan kerja atau dari HR. Minta waktu bicara empat mata, sebaiknya tatap muka atau lewat panggilan video. Sampaikan dengan singkat, tegas, dan tanpa mengeluh panjang lebar.
Contoh kalimat: "Pak Budi, saya ingin menyampaikan bahwa saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Hari kerja terakhir saya rencananya tanggal 1 Desember. Saya berterima kasih atas kesempatan belajar di tim ini dan akan memastikan serah terima berjalan lancar."
Contoh surat pengunduran diri
Setelah bicara dengan atasan, serahkan surat resmi kepada atasan dan HR sesuai prosedur perusahaan. Simpan salinannya, termasuk bukti tanggal penyerahan seperti email atau tanda terima.
"Dengan hormat, melalui surat ini saya, Rina Lestari, Staf Administrasi Keuangan, mengajukan pengunduran diri dari PT Contoh Sejahtera terhitung mulai tanggal 1 Desember 2026. Saya berterima kasih atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan selama ini. Sampai tanggal tersebut saya akan tetap menjalankan tugas dan menyelesaikan serah terima pekerjaan. Hormat saya, Rina Lestari."
Surat tidak perlu menjelaskan alasan secara rinci. Cukup sopan, jelas tanggalnya, dan tanpa kritik terhadap perusahaan.
Daftar serah terima pekerjaan
- 1Daftar pekerjaan berjalanTulis status, tenggat, dan langkah berikutnya untuk setiap tugas.
- 2Dokumen dan aksesCatat lokasi berkas, folder bersama, dan sistem yang Anda pakai.
- 3Kontak pentingSerahkan daftar klien, vendor, atau mitra beserta konteks hubungannya.
- 4Panduan rutinBuat catatan singkat cara mengerjakan tugas berulang.
- 5Sesi pendampinganJadwalkan waktu bersama pengganti atau rekan yang ditunjuk.
- 6Aset perusahaanKembalikan laptop, kartu akses, dan perangkat lain dengan berita acara.
Jangan menghapus berkas kerja atau menyalin data perusahaan ke akun pribadi. Selain tidak etis, hal ini bisa melanggar perjanjian kerahasiaan.
Menghadapi tawaran bertahan (counter-offer)
Kadang perusahaan menawarkan kenaikan gaji agar Anda bertahan. Tanyakan pada diri sendiri: apakah alasan Anda ingin pergi hanya soal uang? Bila alasannya beban kerja, budaya, atau arah karier, kenaikan gaji jarang menyelesaikannya. Bila Anda menolak, sampaikan dengan hormat: "Terima kasih atas tawarannya, saya sangat menghargai. Namun keputusan saya sudah bulat."
Exit interview dan referensi
Bila HR mengadakan exit interview, beri masukan yang jujur tetapi konstruktif. Fokus pada hal yang bisa diperbaiki, misalnya proses kerja atau jalur pengembangan, bukan pada orang tertentu. Ingat, apa yang Anda sampaikan bisa sampai ke banyak pihak.
Sebelum pergi, tanyakan kepada atasan atau rekan senior apakah mereka bersedia menjadi referensi di masa depan. Hubungkan diri di LinkedIn dan kirim pesan terima kasih di hari terakhir.
Paklaring dan klaim JHT
Mintalah surat keterangan kerja atau paklaring yang menyebut nama, jabatan, dan periode kerja Anda. Dokumen ini sering diminta perusahaan berikutnya. Mintalah juga surat keterangan berhenti bekerja untuk keperluan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut BPJS Ketenagakerjaan, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) setelah resign bisa diajukan setelah masa tunggu satu bulan sejak tanggal berhenti bekerja. Dokumen yang diminta antara lain kartu peserta, KTP, dan surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan. Bila Anda langsung bekerja di perusahaan baru dalam masa tunggu, saldo JHT akan berlanjut di kepesertaan baru. Untuk saldo di bawah Rp15 juta, pengajuan bisa dilakukan lewat aplikasi JMO; selebihnya di kantor cabang.
Hari terakhir: pergi dengan baik
- Pastikan semua serah terima sudah ditandatangani atau dikonfirmasi lewat email.
- Cek perhitungan gaji terakhir, sisa cuti, dan uang pisah bila ada.
- Simpan slip gaji, kontrak, dan paklaring dalam bentuk PDF.
- Kirim pesan pamit yang singkat dan positif ke tim.
- Hindari mengunggah keluhan tentang kantor lama di media sosial.
Rujukan
- BPK RI — PP Nomor 35 Tahun 2021 (Pasal 36, 40, 50)
- BPJS Ketenagakerjaan — Sudah resign, bolehkah langsung mengajukan klaim JHT?
- Hukumonline — Hak karyawan yang terkena PHK dan resign
- CNBC Indonesia — UU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan, kapan efektif berlaku
Informasi ini bersifat umum. Untuk keputusan penting, periksa aturan terbaru di sumber resmi atau konsultasikan dengan pihak berwenang.