90 hari pertama di tempat kerja baru: adaptasi, target, dan lolos masa percobaan
Tiga bulan pertama di tempat kerja baru sering terasa seperti ujian panjang. Anda belajar sistem baru, mengenal banyak orang, dan sekaligus dinilai. Kabar baiknya, periode ini bisa dijalani dengan rencana yang jelas, bukan sekadar berharap semuanya lancar.
Foto: Vitaly Gariev / Unsplash
Bagi karyawan tetap, periode ini sering bertepatan dengan masa percobaan, yang menurut UU Ketenagakerjaan paling lama 3 bulan dan wajib tertulis di perjanjian kerja atau surat pengangkatan. Karyawan kontrak (PKWT) tidak boleh dikenai masa percobaan, tetapi 90 hari pertama tetap menentukan kesan Anda. Berikut rencana sederhana yang bisa Anda sesuaikan dengan posisi dan budaya kantor masing-masing.
Minggu pertama: pahami ekspektasi
Di minggu pertama, prioritas Anda adalah memahami apa arti "berhasil" di posisi ini. Jadwalkan obrolan 30 menit dengan atasan dan ajukan pertanyaan yang spesifik.
- "Hasil apa yang Bapak/Ibu harapkan dari saya di akhir tiga bulan pertama?"
- "Bagaimana penilaian masa percobaan dilakukan, dan siapa saja yang menilai?"
- "Siapa saja rekan yang paling sering bekerja sama dengan posisi ini?"
- "Lebih nyaman saya melapor progres lewat chat, email, atau pertemuan rutin?"
Catat jawabannya, lalu kirim ringkasan singkat lewat email. Misalnya: "Terima kasih atas waktunya. Saya rangkum target tiga bulan pertama: 1) menguasai sistem pemesanan, 2) menangani 20 tiket pelanggan per hari, 3) menyusun SOP retur. Mohon koreksi bila ada yang kurang tepat."
Hari 1–30: belajar dan mendengarkan
- Pelajari alat dan proses kerja utama sampai Anda bisa menjalankannya tanpa dibantu.
- Kenali rekan satu tim dan tim lain yang terkait, termasuk peran masing-masing.
- Baca dokumen penting: peraturan perusahaan, SOP, dan laporan terbaru tim.
- Tulis catatan pribadi berisi istilah, kontak, dan langkah kerja yang sering dipakai.
- Selesaikan administrasi: pastikan data BPJS, rekening gaji, dan NIK untuk pajak sudah benar.
Hari 31–60: mulai memberi kontribusi
Setelah memahami dasar-dasarnya, ambil tanggung jawab yang lebih besar. Pilih satu atau dua pekerjaan yang bisa Anda tuntaskan dari awal sampai akhir. Hasil kecil yang selesai lebih meyakinkan daripada banyak pekerjaan yang setengah jadi.
Ini juga saat yang tepat untuk meminta masukan. Tanyakan langsung: "Dari pekerjaan saya sejauh ini, satu hal apa yang paling perlu saya perbaiki?" Pertanyaan yang spesifik menghasilkan jawaban yang bisa ditindaklanjuti.
Hari 61–90: tunjukkan hasil
- 1Kumpulkan buktiCatat pekerjaan yang selesai beserta angka atau dampaknya.
- 2Bandingkan dengan targetCocokkan hasil Anda dengan ringkasan target minggu pertama.
- 3Usulkan perbaikanSampaikan satu ide perbaikan proses yang sudah Anda uji kecil-kecilan.
- 4Minta evaluasiAjukan pertemuan evaluasi sebelum masa percobaan berakhir.
- 5Rencanakan ke depanDiskusikan target untuk enam bulan berikutnya.
Kesalahan yang sering terjadi
- Terlalu cepat mengkritik cara lama sebelum memahami alasannya.
- Diam saja saat bingung karena takut terlihat tidak mampu.
- Mengambil terlalu banyak pekerjaan sekaligus sehingga tidak ada yang selesai dengan baik.
- Hanya dekat dengan atasan, tetapi jarang membangun hubungan dengan rekan setim.
- Tidak mendokumentasikan hasil kerja, sehingga sulit menunjukkannya saat evaluasi.
Ketahui hak Anda selama masa percobaan
Selama masa percobaan, upah Anda tidak boleh di bawah upah minimum yang berlaku. Bila perusahaan memutuskan hubungan kerja dalam masa percobaan, PP 35/2021 mengatur pemberitahuan tertulis paling lambat 7 hari kerja sebelumnya.
Masa percobaan yang tidak tertulis dianggap tidak ada, dan batasnya paling lama 3 bulan. Bila Anda diminta menjalani "perpanjangan masa percobaan", tanyakan dasar dan bentuk tertulisnya dengan sopan.
Bila hasil evaluasi kurang baik
Tidak semua masa percobaan berakhir mulus. Bila atasan menyampaikan bahwa kinerja Anda belum sesuai harapan, dengarkan dulu dengan tenang dan minta contoh konkret. Tanyakan apakah masih ada kesempatan memperbaiki, dan apa ukuran keberhasilannya.
Bila keputusannya tetap tidak melanjutkan, minta pemberitahuannya secara tertulis dan pastikan hak Anda, seperti upah sampai hari terakhir, dibayarkan. Jadikan masukan itu bahan belajar untuk tempat kerja berikutnya, bukan alasan untuk menyerah.
Membangun hubungan kerja
Hubungan baik tidak dibangun lewat acara besar, melainkan kebiasaan kecil: menepati janji tenggat, membalas pesan dengan jelas, dan berterima kasih saat dibantu. Ajak rekan dari tim lain makan siang sesekali untuk memahami pekerjaan mereka. Jaringan internal ini akan memudahkan pekerjaan Anda jauh setelah 90 hari berlalu.
Jaga energi Anda
Adaptasi itu melelahkan, dan wajar bila beberapa minggu pertama terasa berat. Tidur cukup, batasi lembur yang tidak perlu, dan beri diri Anda ruang untuk belajar. Karyawan yang stabil dalam jangka panjang biasanya lebih dihargai daripada yang memaksakan diri di awal lalu kehabisan tenaga.
Rujukan
Informasi ini bersifat umum. Untuk keputusan penting, periksa aturan terbaru di sumber resmi atau konsultasikan dengan pihak berwenang.