Lewati ke konten
Resmi.ID Karir Lowongan kerja terverifikasi
Kembali ke Tips karier Pengembangan karier

Strategi kerja di era AI: keahlian apa yang makin dibutuhkan, dan mana yang berubah

Kecerdasan buatan (AI) generatif kini dipakai di berbagai jenis pekerjaan, dari menulis laporan, meringkas data, membuat draf desain, sampai membantu kode program. Pertanyaan yang muncul bukan lagi "apakah AI akan memengaruhi pekerjaan saya", melainkan "bagian mana dari pekerjaan saya yang akan berubah, dan keahlian apa yang perlu saya kuasai lebih dulu".

Logo Resmi.ID Tim Resmi.ID · 6 menit baca ·
Ilustrasi artikel: Strategi kerja di era AI: keahlian apa yang makin dibutuhkan, dan mana yang berubah Foto: Adam Satria / Unsplash

Artikel ini merangkum apa yang sebenarnya berubah, keahlian yang makin dicari perusahaan, dan langkah praktis yang bisa Anda mulai sekarang, apa pun bidang pekerjaan Anda.

Yang berubah: tugas, bukan selalu seluruh pekerjaan

Riset dari LinkedIn Economic Graph memperkirakan keahlian yang dibutuhkan untuk sebagian besar pekerjaan akan berubah signifikan menjelang 2030, dengan perkembangan AI sebagai salah satu pendorong utamanya. Artinya, jabatan yang sama bisa tetap ada, tetapi cara mengerjakannya dan alat yang dipakai berubah lebih cepat dari sebelumnya.

Pola ini lebih mudah dipahami sebagai pergeseran tugas, bukan penghapusan jabatan secara menyeluruh. Tugas yang sifatnya berulang dan mengikuti pola tetap (misalnya merangkum dokumen panjang, menyusun draf pertama sebuah tulisan, atau mengelompokkan data) lebih cepat terbantu AI. Tugas yang butuh penilaian atas situasi unik, membangun kepercayaan dengan orang lain, atau tanggung jawab atas keputusan akhir, masih sulit digantikan sepenuhnya.

AI paling sering berperan sebagai alat bantu yang mempercepat sebagian tahapan kerja, bukan pengganti penuh satu jabatan. Yang biasanya berubah lebih dulu adalah pembagian waktu: lebih sedikit waktu untuk tugas rutin, lebih banyak untuk tugas yang butuh penilaian dan interaksi manusia.

Keahlian yang makin dicari perusahaan

Analisis PwC terhadap hampir satu miliar lowongan kerja global menemukan bahwa pekerja dengan keahlian AI tingkat lanjut, misalnya machine learning atau prompt engineering, mendapat premi gaji rata-rata 56 persen pada 2024, naik dari 25 persen setahun sebelumnya. Artinya, menguasai cara kerja AI untuk bidang Anda sendiri mulai punya nilai tawar yang nyata di pasar kerja, bukan sekadar nilai tambah di CV.

  • Kemampuan menggunakan alat AI untuk pekerjaan sehari-hari: menulis perintah (prompt) yang jelas, memeriksa hasil AI sebelum dipakai, dan tahu kapan AI tidak cocok dipakai.
  • Berpikir kritis dan memeriksa fakta: AI bisa menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tapi keliru, sehingga kemampuan memverifikasi sebelum menggunakan hasilnya menjadi makin penting.
  • Komunikasi dan kolaborasi: menjelaskan ide, bernegosiasi, dan bekerja sama lintas tim adalah hal yang sulit ditiru AI secara utuh.
  • Kemampuan belajar hal baru dengan cepat (adaptif): alat dan cara kerja berubah lebih sering, sehingga kebiasaan terus belajar lebih penting daripada menguasai satu alat tertentu selamanya.
  • Pengetahuan mendalam di bidang Anda sendiri (keahlian domain): AI membantu mempercepat pekerjaan, tetapi tetap butuh orang yang paham konteks bisnis, aturan, dan kebutuhan pelanggan di bidang itu untuk menilai hasilnya.

Profesi yang paling terdampak, dan yang relatif aman

Belum ada daftar pasti yang berlaku untuk semua negara, karena kecepatan dan cara penerapan AI berbeda-beda di tiap industri. Namun arah umumnya cukup konsisten di berbagai laporan: pekerjaan dengan tugas yang sangat terstruktur dan berulang, seperti entri data, ringkasan dokumen rutin, atau dukungan pelanggan dengan pertanyaan yang itu-itu saja, lebih cepat terbantu atau sebagian digantikan alat AI.

Sebaliknya, pekerjaan yang mengandalkan hubungan antarmanusia langsung (perawatan kesehatan, pengajaran, konseling), pengambilan keputusan dengan tanggung jawab hukum atau keselamatan (kedokteran, hukum, konstruksi), serta pekerjaan fisik di lapangan yang tidak mudah dipetakan ke data (perbaikan alat, logistik lapangan, pekerjaan servis), relatif lebih aman dalam waktu dekat. Ini bukan jaminan permanen, melainkan gambaran berdasarkan jenis tugas yang dominan di pekerjaan tersebut saat ini.

Di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memandang adopsi AI di dunia kerja sebaiknya berorientasi pada manusia: AI dipakai untuk memperkuat kemampuan pekerja, bukan sekadar menggantikannya, dan diterapkan secara partisipatif bersama pekerja. Kemnaker juga memperluas pelatihan vokasi yang memasukkan literasi AI dan analisis data, serta menjalin kerja sama pelatihan talenta AI bersama sejumlah mitra industri.

Langkah konkret menjaga diri tetap relevan

  1. 1Coba alat AI di bidang Anda sendiriMulai dari tugas kecil dan berulang di pekerjaan Anda, lalu rasakan bagian mana yang benar-benar terbantu.
  2. 2Pelajari dasarnya, bukan hanya pakaiLuangkan waktu memahami cara kerja dasar AI generatif, bukan sekadar mengikuti tutorial satu alat tertentu yang bisa berganti sewaktu-waktu.
  3. 3Perkuat keahlian yang sulit ditiruLatih kemampuan menjelaskan ide secara lisan dan tertulis, memimpin diskusi, dan mengambil keputusan di situasi yang tidak baku.
  4. 4Ikuti pelatihan terstrukturCari pelatihan vokasi atau sertifikasi yang relevan dengan bidang Anda, termasuk program pelatihan pemerintah yang kini banyak memasukkan literasi AI.
  5. 5Dokumentasikan hasil kerja AndaCatat pencapaian yang menunjukkan penilaian dan tanggung jawab Anda sebagai manusia, bukan hanya output yang bisa dihasilkan alat.
  6. 6Pantau lowongan secara berkalaPerhatikan keahlian baru yang mulai diminta di deskripsi lowongan, sebagai sinyal awal arah perubahan industri.

Di Resmi.ID Karir, Anda bisa menyimpan pencarian lowongan untuk jabatan incaran dan menerima kabar lewat WhatsApp atau email begitu ada lowongan baru yang cocok. Dari situ, Anda bisa ikut memantau keahlian apa yang paling sering diminta di deskripsi lowongan bidang Anda, sebagai bahan evaluasi keahlian apa yang perlu diperkuat lebih dulu.

Fokus pada keahlian yang tetap berguna meski alat AI berganti-ganti: berpikir kritis, komunikasi, dan penguasaan bidang Anda sendiri. Alat bisa berubah dalam hitungan bulan, tetapi dasar keahlian ini bertahan jauh lebih lama.

Kesimpulan

AI mengubah cara banyak pekerjaan dilakukan, terutama pada tugas yang berulang dan mengikuti pola tetap. Keahlian yang makin bernilai bukan sekadar "bisa pakai AI", melainkan kombinasi antara memahami cara kerja AI, berpikir kritis atas hasilnya, dan tetap kuat di keahlian yang mengandalkan penilaian serta hubungan antarmanusia. Mulai dari langkah kecil: coba alat yang relevan dengan pekerjaan Anda, lalu perkuat keahlian yang paling sulit ditiru alat apa pun.

Rujukan

Informasi ini bersifat umum. Untuk keputusan penting, periksa aturan terbaru di sumber resmi atau konsultasikan dengan pihak berwenang.

Siap melamar?Temukan lowongan dari perusahaan terverifikasi yang sesuai dengan keahlian Anda. Cari lowongan

Artikel lainnya