AI di Finance dan akuntansi: pekerjaan rutin menyusut, analisis makin dicari
Bidang finance dan akuntansi termasuk yang paling terbantu AI untuk tugas berulang: mencatat transaksi, merekonsiliasi laporan, sampai menyusun ringkasan keuangan rutin. Bagi siapa pun yang bekerja di bidang ini, penting memahami bagian pekerjaan mana yang berubah, dan keahlian apa yang membuat Anda tetap dibutuhkan.
Foto: Vitaly Gariev / Unsplash
Artikel ini membahas data resmi soal arah pekerjaan di bidang ini, lalu keahlian yang perlu diperkuat agar tidak hanya mengandalkan tugas yang makin tergantikan.
Data resmi: dua arah yang berbeda dalam satu bidang
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) memproyeksikan pekerjaan staf pembukuan, akuntansi, dan audit (bookkeeping, accounting, and auditing clerks) turun 6 persen dari 2025 ke 2035. Peran ini umumnya berisi tugas entri data dan pencatatan transaksi yang berulang, jenis pekerjaan yang paling mudah dibantu perangkat lunak otomatis.
Sebaliknya, BLS memproyeksikan pekerjaan akuntan dan auditor (accountants and auditors) tumbuh 5 persen pada periode yang sama, lebih cepat dari rata-rata semua pekerjaan yang hanya 3 persen. Peran akuntan dan auditor lebih banyak berisi analisis, penilaian profesional, dan tanggung jawab kepatuhan, yang jauh lebih sulit diotomatisasi sepenuhnya.
Keahlian yang makin dicari di bidang finance
Analisis PwC terhadap hampir satu miliar lowongan kerja global menemukan bahwa pekerja dengan keahlian AI tingkat lanjut mendapat premi gaji rata-rata 56 persen pada 2024, naik dari 25 persen setahun sebelumnya, dan premi ini berlaku di semua industri yang dianalisis, termasuk sektor keuangan.
- Kemampuan membaca dan menafsirkan laporan keuangan untuk mengambil keputusan, bukan hanya menyusunnya.
- Memahami cara kerja dasar alat otomatisasi keuangan yang dipakai perusahaan, termasuk kapan hasilnya perlu diperiksa ulang.
- Analisis data dan pengenalan pola, untuk melihat tren yang tidak langsung terlihat dari laporan mentah.
- Pengetahuan regulasi dan kepatuhan (pajak, akuntansi, pelaporan keuangan) yang selalu berubah dan butuh penilaian manusia untuk diterapkan dengan benar.
- Komunikasi lintas bagian: menjelaskan temuan keuangan kepada orang yang bukan dari latar belakang akuntansi.
Langkah konkret bagi yang bekerja di bidang ini
- 1Kuasai alat yang dipakai di kantor AndaPelajari fitur otomatisasi di perangkat lunak akuntansi yang sudah dipakai, jangan hanya menjalankan langkah manual yang sama seperti sebelumnya.
- 2Geser fokus ke analisisLatih diri membaca laporan untuk menemukan penyebab suatu angka berubah, bukan hanya menyusun angkanya.
- 3Perbarui pengetahuan regulasiIkuti perubahan aturan pajak dan pelaporan keuangan yang relevan dengan pekerjaan Anda.
- 4Pelajari dasar analisis dataAmbil pelatihan singkat soal spreadsheet lanjutan atau dasar analisis data, tanpa harus menjadi data scientist.
- 5Catat kontribusi analitis AndaDokumentasikan keputusan atau rekomendasi yang Anda buat berdasarkan analisis, sebagai bukti nilai tambah di luar tugas pencatatan rutin.
Di Resmi.ID Karir, Anda bisa menyimpan pencarian untuk posisi finance atau akuntansi incaran dan menerima kabar lewat WhatsApp atau email begitu ada lowongan baru yang cocok, sekaligus memantau keahlian apa yang makin sering diminta di deskripsi lowongan bidang ini.
Kesimpulan
Data resmi menunjukkan dua arah berbeda dalam satu bidang: pekerjaan pencatatan rutin menyusut, pekerjaan analisis dan penilaian profesional tetap tumbuh. Bagi siapa pun di bidang finance dan akuntansi, langkah paling aman adalah secara sadar menggeser porsi pekerjaan ke arah analisis, komunikasi, dan pemahaman regulasi, bukan menunggu tugas rutin digantikan lebih dulu.
Rujukan
- U.S. Bureau of Labor Statistics — Occupational Outlook Handbook: Bookkeeping, Accounting, and Auditing Clerks
- U.S. Bureau of Labor Statistics — Occupational Outlook Handbook: Accountants and Auditors
- PwC — 2025 Global AI Jobs Barometer
Informasi ini bersifat umum. Untuk keputusan penting, periksa aturan terbaru di sumber resmi atau konsultasikan dengan pihak berwenang.