Setelah wawancara: ucapan terima kasih, menunggu kabar, dan menyikapi tawaran kerja
Wawancara sudah selesai, tetapi prosesnya belum. Cara Anda bersikap setelah wawancara, mulai dari mengirim ucapan terima kasih sampai menanggapi tawaran kerja, tetap memengaruhi kesan perekrut. Dunia kerja di Indonesia juga sering lebih sempit dari yang dibayangkan, jadi sikap profesional di tahap ini bisa membuka peluang di kemudian hari.
Mengirim ucapan terima kasih
Kirim pesan singkat dalam 24 jam setelah wawancara, melalui email atau saluran yang dipakai perekrut selama proses seleksi. Pesan ini tidak wajib, tetapi menunjukkan sikap profesional dan membantu Anda diingat.
Contoh: “Selamat sore, Ibu Rina. Terima kasih atas waktu dan penjelasannya dalam wawancara tadi siang untuk posisi Staf Administrasi Gudang. Penjelasan Ibu tentang rencana digitalisasi pencatatan stok membuat saya makin tertarik bergabung. Bila ada dokumen tambahan yang diperlukan, saya siap mengirimkannya. Salam, Dimas.”
- Singkat, tiga sampai lima kalimat sudah cukup.
- Sebut satu hal spesifik dari wawancara agar tidak terkesan templat.
- Jangan menanyakan hasil di pesan ini.
- Periksa ejaan nama pewawancara dan nama posisi.
Menunggu kabar dengan tenang
Lama proses seleksi sangat bervariasi, dari beberapa hari sampai beberapa minggu, tergantung jumlah pelamar, tahapan, dan persetujuan internal perusahaan. Karena itu, pertanyaan tentang perkiraan waktu kabar di akhir wawancara sangat berguna.
- 1Catat janji waktunyaTulis perkiraan kabar yang disebut pewawancara.
- 2Tunggu sesuai tenggatJangan menghubungi setiap hari sebelum waktunya lewat.
- 3Tindak lanjuti sekaliBila lewat beberapa hari kerja dari tenggat, kirim pesan singkat yang sopan.
- 4Tetap melamarJangan berhenti mencari sampai Anda menandatangani tawaran resmi.
Contoh tindak lanjut: “Selamat pagi, Ibu Rina. Saya ingin menanyakan perkembangan proses seleksi posisi Staf Administrasi Gudang yang saya ikuti pada 14 Oktober. Saya masih sangat tertarik dengan posisi ini. Terima kasih atas waktunya.”
Di KarirResmi, Anda bisa memantau status lamaran lewat linimasa. Lamaran yang tidak diproses akan ditutup otomatis dengan kabar, sehingga Anda tidak menunggu tanpa kepastian. Lencana “Responsif” pada profil perusahaan juga membantu Anda melihat perusahaan yang terbiasa memberi kabar.
Bila menerima tawaran
Tawaran biasanya disampaikan lisan terlebih dahulu, lalu diikuti surat penawaran tertulis. Jangan mengundurkan diri dari pekerjaan saat ini sebelum Anda menerima dan memeriksa penawaran tertulis.
- Posisi, atasan langsung, lokasi kerja, dan tanggal mulai.
- Status hubungan kerja: karyawan tetap atau kontrak, beserta durasinya bila kontrak.
- Gaji pokok, tunjangan, dan komponen lain yang dijanjikan.
- Jam kerja, masa percobaan bila ada, dan fasilitas seperti BPJS.
- Batas waktu untuk memberi jawaban.
Bila ada yang ingin Anda negosiasikan, sampaikan dengan sopan dan berbasis alasan, misalnya pengalaman atau kisaran pasar untuk posisi serupa. Bila sudah sepakat, tanggapi tepat waktu dan tanyakan langkah selanjutnya. Bila perusahaan mengirim surat penawaran lewat KarirResmi, Anda bisa menandatanganinya secara elektronik melalui docs.resmi.id.
Bila ada dua tawaran sekaligus
Bila Anda sedang menunggu kabar dari perusahaan lain saat tawaran pertama datang, Anda boleh meminta waktu dengan sopan: “Terima kasih atas tawarannya. Bolehkah saya memberi jawaban paling lambat hari Jumat?” Permintaan waktu yang wajar biasanya diterima. Anda juga boleh memberi tahu perusahaan kedua bahwa Anda sudah menerima tawaran dan menanyakan perkiraan keputusan mereka.
Bandingkan kedua tawaran secara menyeluruh, bukan hanya gaji: status kerja, jarak dan biaya perjalanan, peluang belajar, serta kesan Anda terhadap calon atasan. Jangan menerima dua tawaran sekaligus lalu membatalkan salah satunya di menit terakhir.
Bila menolak tawaran
Menolak tawaran adalah hal wajar, misalnya karena Anda menerima tawaran lain atau syaratnya tidak sesuai. Sampaikan secepatnya setelah Anda yakin, agar perusahaan bisa menghubungi kandidat lain. Lakukan secara tertulis, dan bila memungkinkan, telepon singkat lebih dulu.
Contoh: “Ibu Rina, terima kasih banyak atas tawaran untuk posisi Staf Administrasi Gudang dan kepercayaan yang diberikan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya memutuskan menerima tawaran lain yang lebih sesuai dengan rencana karier saya saat ini. Saya sangat menghargai prosesnya dan berharap kita bisa berkesempatan bekerja sama di masa depan.”
Anda tidak wajib menjelaskan detail alasan, misalnya nama perusahaan lain atau besaran gaji yang ditawarkan. Hindari menghilang begitu saja tanpa kabar, karena perekrut mengingat pelamar yang bersikap profesional.
Bila tidak lolos
Balas kabar penolakan dengan singkat dan sopan, ucapkan terima kasih, dan sampaikan bahwa Anda tetap tertarik bila ada posisi lain yang sesuai. Bila diberi kesempatan, mintalah masukan singkat. Catat pelajaran dari proses ini, lalu lanjutkan. Simpan pencarian lowongan Anda di KarirResmi agar mendapat kabar lewat WhatsApp atau email saat ada lowongan baru yang cocok.