Lewati ke konten
KarirResmi bagian dari Resmi.ID
Kembali ke Tips karier Wawancara

Pertanyaan cerdas untuk diajukan ke pewawancara di akhir wawancara

Hampir setiap wawancara ditutup dengan kalimat “Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?” Banyak pelamar menjawab “Tidak ada, sudah jelas” karena ingin cepat selesai atau takut salah bicara. Padahal, momen ini adalah kesempatan untuk menunjukkan minat yang sungguh-sungguh dan sekaligus menilai apakah pekerjaan ini cocok untuk Anda.

Tim Resmi.ID · 4 menit baca ·
Ilustrasi artikel: Pertanyaan cerdas untuk diajukan ke pewawancara di akhir wawancara

Wawancara berjalan dua arah. Perusahaan menilai Anda, dan Anda juga berhak memahami tempat kerja yang akan Anda masuki.

Prinsip memilih pertanyaan

  • Siapkan lima sampai tujuh pertanyaan, lalu ajukan dua atau tiga yang belum terjawab selama wawancara.
  • Sesuaikan dengan siapa pewawancaranya. Pertanyaan untuk HR berbeda dengan pertanyaan untuk calon atasan.
  • Ajukan pertanyaan terbuka yang mengundang penjelasan, bukan jawaban “ya” atau “tidak”.
  • Hindari menanyakan hal yang jawabannya sudah jelas tertulis di iklan lowongan atau situs perusahaan.

Tentang peran dan harapan

  • “Seperti apa gambaran hari kerja yang biasa untuk posisi ini?”
  • “Apa yang perlu dicapai dalam tiga bulan pertama agar Bapak/Ibu menilai saya berhasil?”
  • “Apa tantangan terbesar yang sedang dihadapi tim saat ini?”
  • “Mengapa posisi ini dibuka? Apakah posisi baru atau menggantikan seseorang?”

Tentang tim dan cara kerja

  • “Berapa orang di tim ini dan bagaimana pembagian tugasnya?”
  • “Bagaimana tim biasanya berkomunikasi dan memberi masukan satu sama lain?”
  • “Bagaimana gaya Bapak/Ibu dalam mengarahkan anggota tim?” (untuk calon atasan)
  • “Apakah ada pola kerja tertentu, misalnya sistem sif, kerja hibrida, atau dinas luar kota?”

Tentang pengembangan diri

  • “Bagaimana proses orientasi atau pelatihan untuk karyawan baru?”
  • “Seperti apa jenjang karier yang biasanya ditempuh orang di posisi ini?”
  • “Bagaimana kinerja dinilai dan seberapa sering evaluasi dilakukan?”

Tentang proses seleksi

  • “Apa tahap berikutnya dalam proses seleksi, dan kira-kira kapan saya bisa mendapat kabar?”
  • “Apakah ada hal dari pengalaman saya yang perlu saya jelaskan lebih lanjut?”

Pertanyaan terakhir itu berguna karena memberi Anda kesempatan meluruskan keraguan pewawancara sebelum wawancara berakhir. Ajukan dengan nada tenang, bukan defensif.

Pertanyaan tentang tahap berikutnya dan perkiraan waktu kabar sebaiknya selalu diajukan. Jawabannya membantu Anda menunggu dengan tenang dan tahu kapan pantas menindaklanjuti.

Pertanyaan yang sebaiknya ditunda atau dihindari

  • Langsung menanyakan gaji, cuti, dan bonus di wawancara pertama sebelum pewawancara menyinggungnya. Topik ini wajar dibahas, tetapi lebih tepat saat tahap penawaran atau bila ditanya ekspektasi.
  • “Perusahaan ini bergerak di bidang apa?” Ini menunjukkan Anda tidak riset.
  • Pertanyaan tentang gosip, masalah internal, atau kabar negatif di media sosial yang belum jelas kebenarannya.
  • “Kapan saya bisa pindah posisi?” di wawancara pertama, karena terkesan tidak tertarik pada posisi yang dilamar.

Contoh pertanyaan menurut jenis posisi

Pertanyaan yang paling berkesan biasanya terkait langsung dengan pekerjaan yang Anda lamar. Berikut beberapa contoh yang bisa Anda sesuaikan.

  1. 1Staf penjualan“Bagaimana target penjualan ditetapkan, dan dukungan apa yang biasanya diberikan kepada tim untuk mencapainya?”
  2. 2Admin atau keuangan“Sistem atau aplikasi apa yang dipakai untuk pencatatan, dan apakah ada rencana perubahan dalam waktu dekat?”
  3. 3Operator produksi atau gudang“Bagaimana pembagian sif, dan bagaimana prosedur keselamatan kerja diterapkan di area ini?”
  4. 4Layanan pelanggan“Keluhan apa yang paling sering masuk, dan sejauh mana staf boleh mengambil keputusan untuk menyelesaikannya?”
  5. 5Lulusan baru atau management trainee“Seperti apa program pendampingan di tahun pertama, dan apakah ada rotasi antar-divisi?”

Dengarkan dan catat jawabannya

Pertanyaan yang baik hanya bermanfaat bila Anda benar-benar mendengarkan jawabannya. Tanggapi dengan singkat, misalnya “Menarik, berarti tim sedang beralih ke sistem baru, ya?”, untuk menunjukkan Anda memperhatikan. Setelah wawancara, catat poin penting dari jawaban itu. Catatan ini berguna untuk ucapan terima kasih, wawancara tahap berikutnya, dan bahan pertimbangan bila tawaran datang.

Bila Anda diwawancarai beberapa orang secara bergantian, tidak masalah mengajukan pertanyaan yang sama kepada orang berbeda. Jawaban yang berbeda dari HR dan calon atasan justru memberi gambaran yang lebih lengkap.

Pertanyaan yang juga melindungi Anda

Pertanyaan di akhir wawancara juga bisa membantu Anda mengenali tanda yang kurang sehat. Tanyakan dengan sopan status hubungan kerja (karyawan tetap atau kontrak), lokasi kerja, dan siapa atasan langsung Anda. Perusahaan yang serius umumnya bisa menjawab dengan jelas.

Waspadai bila jawaban selalu mengambang, atau bila pembicaraan tiba-tiba beralih ke biaya yang harus Anda bayar, misalnya biaya pelatihan, seragam, atau tes kesehatan di tempat tertentu. Di KarirResmi, pelamar tidak pernah dipungut biaya, dan Anda bisa memakai tombol Laporkan pada lowongan yang mencurigakan.

Cara menutup wawancara

Setelah pertanyaan Anda terjawab, tutup dengan singkat: “Terima kasih atas waktunya, Bapak/Ibu. Dari penjelasan tadi, saya makin tertarik dengan posisi ini, terutama karena tantangan di bagian pengelolaan stok yang Bapak/Ibu sampaikan. Saya menunggu kabar untuk tahap berikutnya.” Kalimat seperti ini menegaskan minat tanpa terdengar memaksa.

Siap melamar?Temukan lowongan dari perusahaan terverifikasi yang sesuai dengan keahlian Anda. Cari lowongan

Artikel lainnya