Assessment center, FGD, dan wawancara kelompok: cara tampil tanpa harus mendominasi
Program management trainee, BUMN, perbankan, dan perusahaan besar sering memakai metode seleksi berkelompok. Bentuknya bisa berupa diskusi kelompok terarah (FGD atau LGD), wawancara bersama beberapa pelamar sekaligus, atau rangkaian assessment center yang berlangsung setengah hari sampai seharian.
Foto: Vitaly Gariev / Unsplash
Banyak pelamar mengira kuncinya adalah bicara paling banyak dan paling keras. Kenyataannya, asesor biasanya mengamati kualitas kontribusi, cara Anda bekerja sama, dan cara Anda menghadapi perbedaan pendapat.
Mengenal bentuk-bentuknya
- 1FGD atau LGDSekelompok pelamar diberi satu kasus atau topik, lalu diminta berdiskusi dan mencapai kesimpulan dalam waktu tertentu, sementara asesor mengamati.
- 2Wawancara kelompokBeberapa pelamar diwawancarai bersama, dan masing-masing menjawab pertanyaan yang sama atau berbeda secara bergiliran.
- 3Assessment centerGabungan beberapa simulasi, misalnya diskusi kelompok, presentasi, simulasi bermain peran (menghadapi “pelanggan” atau “bawahan”), dan in-tray exercise, yaitu menyusun prioritas dari tumpukan surel atau dokumen.
Apa yang biasanya diamati asesor
- Kemampuan menganalisis masalah dan memakai informasi yang diberikan.
- Komunikasi: menyampaikan pendapat dengan jelas dan ringkas.
- Kerja sama: mendengarkan, menanggapi, dan membangun di atas ide orang lain.
- Kepemimpinan: membantu kelompok tetap fokus dan sampai pada keputusan, bukan sekadar memerintah.
- Sikap saat berbeda pendapat: tetap tenang, sopan, dan berbasis alasan.
Peran yang bisa Anda ambil dalam FGD
Anda tidak harus menjadi pemimpin diskusi untuk dinilai baik. Ada beberapa peran yang sama-sama berharga, dan Anda bisa mengambil lebih dari satu sepanjang diskusi.
- 1Pembuka strukturUsulkan urutan diskusi di awal, misalnya memahami kasus lalu menyepakati kriteria.
- 2Penjaga waktuIngatkan sisa waktu dengan sopan agar kelompok sempat menyimpulkan.
- 3Penyedia dataRujuk angka atau fakta dari bahan kasus untuk memperkuat argumen.
- 4Penghubung ideRangkum dua pendapat yang berbeda dan cari titik temunya.
- 5Pengajak bicaraBeri kesempatan anggota yang belum bersuara untuk berpendapat.
- 6Perangkum akhirSampaikan kesimpulan kelompok secara ringkas menjelang waktu habis.
Kalimat yang membantu
- “Supaya efisien, bagaimana kalau kita sepakati dulu kriteria penilaiannya?”
- “Saya setuju dengan poin Mas Andi soal biaya. Saya ingin menambahkan dari sisi waktu pelaksanaan…”
- “Data di halaman dua menunjukkan keluhan paling banyak datang dari pengiriman, jadi mungkin itu prioritas kita.”
- “Mbak Sari belum sempat berpendapat, bagaimana menurut Mbak?”
- “Waktu kita tinggal lima menit. Bisa saya coba rangkum tiga poin yang sudah kita sepakati?”
Jika Anda cenderung pendiam
Pelamar yang pendiam sering takut tidak terlihat. Siapkan diri untuk berbicara dalam tiga sampai lima menit pertama, agar kecanggungan tidak menumpuk. Satu atau dua kontribusi yang tepat dan berbasis data lebih berarti daripada banyak komentar yang mengulang. Mencatat poin-poin diskusi juga membantu Anda menyusun rangkuman yang berguna bagi kelompok.
Jika Anda cenderung dominan
Bila Anda terbiasa memimpin, gunakan kemampuan itu untuk mengatur jalannya diskusi, bukan mendominasi isi. Setelah menyampaikan pendapat, ajukan pertanyaan kepada anggota lain. Bila ada yang tidak setuju, tanggapi alasannya dulu sebelum mempertahankan posisi Anda.
Contoh alur FGD 30 menit
Misalkan kelompok diberi kasus: perusahaan ingin membuka satu cabang baru dan harus memilih antara tiga kota. Alur yang efektif bisa seperti ini: lima menit pertama untuk membaca dan memahami kasus, lima menit untuk menyepakati kriteria (misalnya biaya sewa, jumlah calon pelanggan, dan akses logistik), lima belas menit untuk membandingkan pilihan berdasarkan data, dan lima menit terakhir untuk menyimpulkan.
Bila kelompok tidak bisa sepakat, usulkan cara memutuskan, misalnya memberi bobot pada setiap kriteria. Kelompok yang sampai pada keputusan dengan alasan jelas biasanya dinilai lebih baik daripada kelompok yang berdebat panjang tanpa kesimpulan.
Wawancara kelompok
Dalam wawancara kelompok, dengarkan jawaban pelamar lain dengan saksama. Jangan mengulang jawaban mereka dengan kata berbeda. Bila pendapat Anda serupa, tambahkan sudut pandang atau contoh pengalaman yang berbeda. Jaga bahasa tubuh tetap terbuka dan tidak menunjukkan sikap meremehkan saat orang lain bicara.
Simulasi dan in-tray exercise
Dalam simulasi bermain peran, perlakukan situasinya seperti kejadian nyata. Dengarkan masalah “pelanggan” atau “bawahan”, ajukan pertanyaan, dan tawarkan solusi yang realistis. Pada in-tray exercise, baca semua dokumen sekilas dulu sebelum menyusun prioritas, lalu tuliskan alasan singkat di balik setiap keputusan Anda.
Persiapan praktis
- Ikuti perkembangan berita bisnis dan isu umum, karena topik FGD sering diambil dari isu terkini.
- Latih diskusi dengan teman: beri satu kasus, batasi waktu 20 menit, lalu saling memberi masukan.
- Datang lebih awal dan berkenalan dengan sesama peserta. Suasana yang cair membantu diskusi berjalan lebih baik.
- Pantau jadwal dan status setiap tahap lewat linimasa lamaran di KarirResmi.