Networking dan referral yang sehat: beda rujukan profesional dengan “orang dalam”
Di Indonesia, istilah “orang dalam” sering terdengar negatif: kerja didapat karena kenal pejabat, bukan karena kemampuan. Wajar jika banyak orang jadi enggan membangun jejaring. Padahal ada perbedaan besar antara nepotisme dan rujukan profesional yang sehat.
Foto: The Jopwell Collection / Unsplash
Rujukan yang sehat berarti seseorang yang mengenal kerja Anda memperkenalkan Anda kepada perusahaan, lalu Anda tetap mengikuti seleksi yang sama dengan pelamar lain. Yang Anda dapat adalah kesempatan untuk dilihat, bukan jaminan diterima.
Garis batas yang jelas
- 1SehatTeman merekomendasikan Anda lewat program referral karyawan, dan Anda tetap ikut tes serta wawancara.
- 2SehatMantan atasan bersedia menjadi referensi dan menceritakan kinerja Anda dengan jujur.
- 3Tidak sehatMembayar seseorang agar “diloloskan”, atau dijanjikan posisi tanpa seleksi dengan imbalan uang.
- 4Tidak sehatMeminta kenalan membocorkan soal tes atau menekan tim rekrutmen.
Membangun jejaring sebelum butuh
Jejaring paling berguna dibangun saat Anda tidak sedang meminta apa-apa. Menghubungi orang hanya ketika butuh pekerjaan terasa transaksional. Mulailah dari lingkaran yang sudah ada. Anda mungkin terkejut menyadari berapa banyak teman lama yang kini bekerja di perusahaan atau bidang yang Anda minati.
- 1Daftar kontak yang adaTeman kuliah, alumni sekolah, mantan rekan kerja, dosen, atau mentor.
- 2Ikut komunitas bidangGrup profesi, meetup, webinar, atau asosiasi industri.
- 3Beri sebelum memintaBagikan info lowongan, artikel berguna, atau ucapan selamat atas pencapaian mereka.
- 4Jaga kontak secara ringanSapa sesekali, tidak perlu setiap minggu.
- 5Catat siapa bekerja di manaMembantu Anda tahu kepada siapa bertanya saat ada lowongan.
Meminta informasi, bukan langsung meminta kerja
Langkah pertama yang paling nyaman adalah percakapan informasi: meminta 15–20 menit untuk bertanya tentang pekerjaan, budaya tim, atau jalur karier di perusahaan seseorang. Banyak orang senang berbagi pengalaman, asalkan permintaannya jelas dan tidak memaksa.
Contoh pesan: “Halo Kak Dimas, saya Rina, adik tingkat di Akuntansi. Saya lihat Kakak sekarang di tim pajak PT Contoh. Saya sedang mempertimbangkan karier di bidang pajak korporat. Boleh saya minta waktu sekitar 15 menit minggu ini untuk bertanya tentang pekerjaan Kakak? Bisa lewat telepon atau video call, menyesuaikan waktu Kakak. Terima kasih.”
Cara meminta referral dengan sopan
Jika sudah ada lowongan yang cocok dan Anda cukup mengenal orangnya, Anda bisa meminta referral. Permudah pekerjaan mereka: kirim tautan lowongan, CV terbaru, dan dua atau tiga kalimat mengapa Anda cocok, sehingga mereka tinggal meneruskan.
Contoh pesan: “Halo Mbak Sari, saya melihat lowongan Staf Pajak di PT Contoh [tautan]. Menurut saya pengalaman dua tahun saya menyusun SPT Masa cukup sesuai. Jika Mbak merasa nyaman, apakah bersedia merujuk saya? CV saya lampirkan. Kalau tidak memungkinkan, sama sekali tidak apa-apa, terima kasih sudah membaca.”
Jika Anda diminta merujuk orang lain
Suatu saat Anda mungkin yang dimintai referral. Rujuk hanya orang yang kemampuannya benar-benar Anda ketahui. Jika Anda tidak cukup mengenal pekerjaannya, katakan dengan jujur, misalnya “Saya bisa meneruskan CV Anda, tetapi saya hanya bisa bilang bahwa kita satu angkatan, bukan menilai kinerja Anda.”
Kejujuran seperti ini melindungi reputasi Anda di kantor sekaligus adil bagi pelamar lain. Rujukan yang berharga adalah rujukan yang dipercaya, dan kepercayaan itu hilang jika Anda merekomendasikan semua orang tanpa pertimbangan.
Etika setelah dirujuk
- Beri kabar perkembangan kepada perujuk, baik lolos maupun tidak.
- Jangan meminta perujuk mencari tahu hasil seleksi atau menekan tim HR.
- Ucapkan terima kasih, apa pun hasilnya.
- Jaga nama baik perujuk: datang tepat waktu dan bersikap profesional, karena reputasi mereka ikut dipertaruhkan.
- Bila suatu hari Anda berada di posisi mereka, bantulah orang lain dengan cara yang sama.
Jika Anda tidak punya kenalan
Tidak semua orang punya jaringan luas, terutama lulusan baru atau yang pindah kota. Itu bukan penghalang. Lamaran langsung yang disesuaikan dengan baik tetap bisa dipanggil. Di KarirResmi, Anda dapat memilih lowongan dari perusahaan berlencana Terverifikasi, yang NIB-nya cocok dengan data perizinan, serta perusahaan berlencana Responsif yang dikenal cepat menanggapi pelamar.
Sambil melamar, perlahan bangun jejaring lewat komunitas dan kegiatan profesional. Relasi yang tumbuh dari minat yang sama biasanya lebih tulus dan bertahan lebih lama daripada kontak yang hanya dikumpulkan.