Mencari kerja baru saat masih bekerja: menjaga kerahasiaan, jadwal wawancara, dan etika
Mencari pekerjaan baru selagi masih bekerja punya keuntungan jelas: penghasilan tetap berjalan, Anda tidak terdesak menerima tawaran pertama, dan posisi tawar saat negosiasi lebih kuat. Namun, prosesnya butuh kehati-hatian agar pekerjaan sekarang tidak terganggu dan hubungan dengan atasan tetap baik.
Prinsip utamanya: selama masih digaji, tanggung jawab Anda terhadap pekerjaan sekarang tetap berlaku. Pencarian kerja dilakukan di waktu dan dengan sumber daya Anda sendiri. Kinerja yang tetap baik selama proses ini juga melindungi Anda jika pencarian ternyata memakan waktu berbulan-bulan.
Jaga kerahasiaan
- Gunakan email dan nomor telepon pribadi, bukan email kantor.
- Jangan memakai laptop atau jaringan kantor untuk melamar dan mengunggah CV.
- Jangan bercerita ke rekan kerja, sekalipun dekat. Kabar seperti ini mudah menyebar.
- Hati-hati dengan perubahan mencolok di LinkedIn, misalnya status publik “Open to Work”.
- Di CV, sebut jabatan dan pencapaian, bukan data rahasia perusahaan seperti nama klien atau angka internal yang sensitif.
Di KarirResmi, kontak Anda disembunyikan dari perusahaan sampai Anda lolos seleksi berkas. Ini mengurangi risiko nomor dan email Anda tersebar ke banyak pihak, termasuk kemungkinan ke perusahaan yang punya hubungan dengan kantor Anda sekarang.
Mengatur waktu wawancara
Ini tantangan terbesar. Sebagian besar wawancara berlangsung di jam kerja, sementara Anda tidak bisa sering menghilang tanpa alasan.
- 1Minta slot di luar jam intiPagi sebelum masuk, jam makan siang, atau sore setelah pulang.
- 2Utamakan wawancara daring di tahap awalLebih mudah diatur dari tempat yang tenang.
- 3Ambil cuti untuk tahap akhirWawancara tatap muka atau tes panjang lebih baik memakai cuti resmi.
- 4Kelompokkan jadwalJika ada beberapa wawancara, usahakan di hari yang sama.
- 5Jangan wawancara dari meja kantorCari ruang privat atau lakukan dari luar kantor.
Jika undangan wawancara di KarirResmi datang pada jam yang tidak memungkinkan, gunakan pilihan minta jadwal lain dan usulkan waktu alternatif. Perekrut umumnya memahami bahwa kandidat yang masih bekerja punya keterbatasan waktu.
Saat ditanya “mengapa ingin pindah?”
Pertanyaan ini hampir pasti muncul. Jawab dengan fokus pada apa yang Anda cari, bukan pada keburukan kantor sekarang. Contoh: “Saya sudah tiga tahun menangani administrasi penjualan dan ingin berkembang ke analisis data penjualan, yang menjadi fokus posisi ini.” Hindari mengkritik atasan atau rekan kerja, karena pewawancara akan membayangkan Anda melakukan hal yang sama terhadap mereka.
Tentang referensi
Sampaikan kepada perusahaan baru bahwa Anda belum memberi tahu kantor sekarang, sehingga mereka tidak menghubungi atasan Anda sebelum ada tawaran. Siapkan referensi lain, seperti mantan atasan di kantor sebelumnya atau rekan yang sudah pindah.
Jangan resign sebelum tawaran tertulis
Tawaran lisan lewat telepon belum cukup. Tunggu surat penawaran kerja tertulis yang memuat jabatan, gaji, tanggal mulai, dan status hubungan kerja. Di KarirResmi, surat penawaran bisa ditandatangani secara elektronik lewat docs.resmi.id sehingga jelas dan tercatat.
Setelah tawaran resmi diterima, periksa perjanjian kerja dan peraturan perusahaan Anda sekarang tentang masa pemberitahuan pengunduran diri. Ketentuannya bisa berbeda di tiap perusahaan dan jenis kontrak, jadi baca dokumen Anda sendiri atau tanyakan ke HR.
Jika kantor mengajukan tawaran balik
Setelah Anda menyampaikan pengunduran diri, sebagian atasan menawarkan kenaikan gaji atau jabatan agar Anda bertahan. Sebelum menjawab, tanyakan pada diri sendiri: apakah alasan Anda ingin pindah hanya soal gaji? Jika alasannya beban kerja, kesempatan belajar, atau hubungan dengan atasan, kenaikan gaji jarang menyelesaikannya.
Apa pun keputusan Anda, sampaikan dengan cepat dan jujur kepada kedua pihak. Menerima tawaran baru lalu membatalkannya di menit terakhir karena tawaran balik bisa merusak nama Anda di mata perusahaan baru dan perekrutnya.
Resign dengan baik
- Beri tahu atasan langsung lebih dulu, secara langsung, sebelum kabar beredar.
- Serahkan surat pengunduran diri yang sopan dan singkat, tanpa keluhan.
- Susun catatan serah terima: tugas berjalan, kontak penting, lokasi berkas.
- Bekerja sebaik mungkin sampai hari terakhir.
- Kembalikan aset kantor dan hapus data kantor dari perangkat pribadi.
Dunia kerja di Indonesia sering lebih sempit dari yang dibayangkan. Atasan dan rekan yang Anda tinggalkan dengan baik hari ini bisa menjadi referensi, klien, atau rekan kerja lagi di masa depan.